Grandparenting Seri 3: Bagaimana Jika Cara kita (orang tua) Mendidik Cucu Berbeda dengan Cara Anak

Grandparenting cara didik anak
sumber :  parenttalk



Sebelum memulai pemaparan lebih lanjut, seringkali kita menganggap bahwa gaya parenting saya paling baik diantara semua orang. 

Perlu diingat bahwa tiap orang/ tiap orangtua punya gaya parenting yang berbeda. Contohnya seorang cucu bertanya kepada mamahnya, "mamah tidak memperbolehkan makan permen, tapi kenapa oma memperbolehkan?"

Dalam Amsal 22:6: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpagn dari pada jalan itu” Penekanan dari ayat ini bukan sekedar melahirkan saja tapi juga mendidik.".

 Mendidik  punya tujuan yaitu  "dari mana menuju ke mana". Parenting is a life time job and does not stop when a child grow up. 

4 Perbedaan Model Parenting


  •  Helicopter : 

Orangtua bertanggung jawab (semuanya) atas anak 

  •  Drill Sergeant:


Orangtua mendidik anak dengan kekerasan dan kekuasaan 

  •  Permissive : 


Orangtua anggap setelah menikah anak itu bertanggung jawab atas cucunya 

  • Consultant : 


 Oangtua membantu anak sampai anak menemukan tanggung jawabnya 

 Model Helikopter:


Helikopter parents 

  • Orang tua melindungi , anak berlindung
  • Orangtua memberi, anak terima 
  •  Anak tak berdaya orangtua kuat 
  • Anak ikut, orangtua berbahagia 

 Orangtua helicopter: 

  1. Yang terbaik adalah anak yang mengikuti nasehat dan semua pilihan ada pada orangtua 
  2. Orangtua menanggung konsekuensi jika anak gagal. 

Respon orangtua saat anak tidak ikut orangtua: 

  • kesal, sedih, kecewa
  • Anak bisa atau mampu jadi berkat, menaati orangtua 

Akibatnya : 

1.Anak melawan 
2.Anak ingin orangtua bangga supaya tidak mengecewakan orangtua 
3. Anak saya baik, tidak pernah melawan 

Baca juga:   Faith Talk

Orangtua Drill Sergeant 


Jangan jadikan dasar dari Amsal 13:24 secara hurufiah, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” 

Ada 2 tipe yang terjadi jika gunakan tipe drill sergeant:


 1.Strict artinya sangat disiplin dan memberikan hukuman dengan rotan atau benda keras jika tidak disiplin 
2. Soft artinya sangat disiplin dan berikan hukuman ringan untuk perlawanan 

Akibat dari orangtua sersan pelatih: 


  • Orangtua powerful, anak powerless 
  • Orangtua beri hukuman dan hadiah Anak: Anak takut rebut, orangtua mengalah Anak hormat = TAAT 

Orangtua Sersan banyak menggunakan: 


1.HARUS & JANGAN: Cara paling mudah apalagi kalua tegas dan keras 
2.HUKUMAN & HADIAH: untuk menunjukkan power atau otoritas orangtua 
3.BERONTAK/TAAT Kata ini merupakan kunci keberhasilan
4. Disiplin/Gagal : Prioritas utama ajaran 

 Kemungkinan hasil dari penelitian


 1. Anak taat karena takut : orangtua memaksa anaknya untuk taat Namun disisi lain anak itu taat dan berontak karena tidak berniat taat 
2. Anak Takut Anak trauma Anak tetap memaksakan kepada anak setelah menikat supaya taat dengan kekuasaan 

 Orangtua permissive /negelectful 


  • Permissive artinya sangat responsive dan rendah tuntutannya 
  • Neglectful: artinya rendah respon dan rendah tuntuannya 
Orangtua abai ciri-cirinya Orangtua acuh atau mengabaikan anak Terserah anak 
Umumnya dilakukan oleh orangtua yang sibuk bekerja , mengejar karir. 

Kalau anak membutuhkan, silahkan minta. Kalau orangtua tidak bisa, jangan memaksa 


 Orangtua Consultant


Mendidik anaknya dengan cara memberikan pilihan yang terbaik bagi anaknya.

 Berikut ini caranya: 


1.Berikan pilihan yang baik : anak belajar berpikir Contohnya: kamu sedang marah atau sedih, apakah kamu mau mamah di sini atau di luar? 
2.Ceritakan message konsekuesni : anak mengetahui akibatnya bukan ancaman 
3. Temani anak bertanggung jawab: empati saat mengalami kesulitan bukan memberikan solusinya 4.Dampingi anak menemukan solusinya

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman